Sambas Times. Untuk Pelestarian Budaya, Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sambas akan memasukan Bahasa Melayu dalam Muatan Lokal (Mulok).
Hal tersebut disampaikan Kadisdikbud Kabupaten Sambas Samekto Hadi Suseno pada Seminar Optimalisasi Peran Museum Daerah Sambas. Rabu, (07/12/2022) di Balairung Sari Pendopo Bupati Sambas.
Seno sapaan akrab Kadis mengatakan, bahwa bahasa Melayu merupakan ruh budaya yang harus terus dilestarikan. Sehingga pihaknya berkomitmen memasukkannya dalam Mulok.
“Bahasa itu menjadi ruhnya budaya, jika tidak dimanfaatkan lama-lama akan hilang. Tergantikan dengan bahasa lain, jadi harus itu dipertahankan,” ujarnya.
Perlu Kajian Bahasa Melayu
Seno menerangkan, untuk memasukkan bahasa melayu ke dalam muatan lokal akan melalui proses yang panjang, terutama sumber primernya abjadnya.
“Itu prosesnya akan panjang, pertama yaitu yang mengajar ada atau tidak, yang betul-betul paham atau yang jadi sumber primernya ada atau tidak dari kata A sampai Z, ini arti dan terjemahnya perlu bahas dulu,” terangnya.
Seno menargetkan kurang lebih selama 2 tahun untuk mengkaji dan menguatkan bahasa, serta proses memasukkan bahasa melayu ke dalam muatan lokal.
“Kalau saya menargetkan 1 tahun paling lama, tapi untuk masuk muatan lokal baru di tahun berikutnya. Sekarang kita kaji dulu, sehingga bisa berkembang kalimat bahasanya,” tegas Seno. (Ris)
















