Sambas Times. Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Sambas menggelar Parenting Day dan Penutupan Masa Uzlah Siswa Kelas X tahun pelajaran 2023/2024. Kamis, (24/8/2023), di aula MAN IC Sambas.
Penutupan masa uzlah tersebut dihadiri kepala kantor wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Barat Muhajirin Yanis, Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi, kepala Kemenag Sambas, orang tua siswa dan undangan lainnya.
Masa uzlah tersebut mengangkat tema “Mengejawantahkan nilai-nilai kesalihan individual dan sosial dalam pengabdian kepada orang tua dan guru”.
Pada tahun ajaran 2023/2024 siswa kelas X MAN IC Sambas tersebut berjumlah 98 siswa yang telah melalui masa uzlah selama 40 hari sampai 24 Agustus 2023.
Kakanwil Kemenag Kalbar Muhajirin Yanis mengucapkan selamat kepada siswa kelas X MAN IC Sambas yang telah melalui masa uzlah tahun ajaran baru tersebut.
“Selamat kepada kelompok Abdurrahman Bina Auf yang telah menyelesaikan masa Uzlah selama 40 hari di MAN IC Kabupaten Sambas,” ujranya.
Muhajirin Yanis mengatakan, masa uzlah siswa diberikan kebiasaan baru untuk mengembangkan potensi diri mereka dengan diisi materi dan pengetahuan baik pola pikir, mental, maupun karakter.
“Jadi sangat tepat tema ini, apabila individu itu sholeh maka mereka siap untuk terjun ke masyarakat. Tentunya dengan adab yang baik dari pendidikan yang didapat selama di Madrasah,” jelasnya.
Kakanwil berpesan kepada orang tua siswa untuk selalu jalin komunikasi dengan anak-anak mereka saat di rumah. ” Tanggungjawab pendidikan tidak lepas dari peran orang tua selama siswa di rumah,” pesannya.
Mursidin: Masa Uzlah Untuk Tingkatkan Kriteria Siswa
Kepala MAN IC Sambas Mursidin dalam laporannya menyampaikan. Masa uzlah siswa kelas X MAN IC Sambas bertujuan untuk mengenal bagaimana kriteria siswa baru.
“Masa uzlah ini kami ciptakan, sebagaimana anak bapak ibu hadir di MAN IC dengan membawa tingkah laku masing masing. Dengan masa uzlah itulah menjadi percaya diri,” jelasnya.
Mursidin mengungkapkan dari masa uzlan mendapat beberapa kriteria dari siswa kelas X yang telah dipelajari selama 40 hari itu.
“Pertama kami sudah mendapat gaya belajar anak bapak ibu. Ada yang gaya belajarnya visual, audio visual, dan kinestetik yang semua sudah kami gali,” jelasnya.
Mursidin menuturkan siswa sudah diletakkan dengan kelasnya masing-masing dengan klasifikasi A, B, C, D. “Klasifikasi ini telah di sesuaikan dengan kemampuan siswa selama mengikuti uzlah,” tutupnya.
Penulis : Riskiyansyah | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News
















