Home / Peristiwa

Senin, 14 September 2026 - 05:35 WIB

Taman Ekowisata Gambut Intuyut Desa Tri Mandayan Terdampak Karhutla

Pengurus KUPS Intuyut Jaya Lestari Tri Mandayan melihat Taman Wisata Gambut yang terdampak Karhutla pada kebakaran lahan tahun 2026.

Pengurus KUPS Intuyut Jaya Lestari Tri Mandayan melihat Taman Wisata Gambut yang terdampak Karhutla pada kebakaran lahan tahun 2026.

Sambas Times. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menghanguskan tanaman revegetasi yang baru berusia kurang dari 3 tahun di Taman Ekowisata Gambut Intuyut Desa Tri Mandayan, Kabupaten Sambas.

Ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Intuyut Jaya Lestari Tri Mandayan, Teo Iswandi menjelaskan, Hutan Intuyut merupakan yang tersisa pasca kebakaran hebat di tahun 2015 sampai 2019 di Kecamatan Teluk Keramat.

“Sejak kebakaran hebat satu dekade lalu, KUPS bersama warga, didukung lembaga Gemawan, NGO CAN, dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, berinisiatif menjaga kawasan hutan yang tersisa itu di wilayah KHG Sui Sambas Besar-Sui Seiyung, “kata Teo. Minggu, (13/9/2026).

Teo menjelaskan, berbagai usaha dari KUPS bersama stakeholder terkait menjaga kawasan itu, agar tetap lestari dan gambut tetap berfungsi sesuai karakteristik tanah gambut.

BACA JUGA:  Geger Penemuan Mayat di Areal Persawahan Desa Tebas Kuala

“Upaya yang kami lakukan untuk menjaga dan melestarikan kawasan tersebut mulai dari penanaman kembali atau revegetasi sampai pembasahan gambut, yaitu membangun canal bloking semi permanen, untuk mengembalikan tutupan vegetasi dan fungsi ekologis hutan gambut, “jelasnya.

Ia menjelaskan, tahun 2023 KUPS Intuyut Jaya Lestari didukung Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) telah melakukan penanaman kembali/revegetasi pada kawasan Taman Ekowisata Gambut Intuyut dengan luasan kurang lebih 15 Ha.

Revegetasi mereka lakukan dengan metode penanaman jenis lokal atau endemik, penanaman pengayaan (enrichment planting) dan Paludikultur.

“Namun, pada tahun 2026 tanaman kami kembali habis, hangus menjadi abu arang tak tersisa, kami sangat merasa berduka cita, kecewa dan merasa gagal dalam menjaga hutan kami, “sesal Teo.

BACA JUGA:  140 Rumah Di Desa Semangau Terendam Banjir

Disamping itu, Teo bersama rekan-rekannya yakin semangat mereka tak akan berhenti dan akan tetap bertumbuh berproses untuk membangun kembali tutupan lahan hutan gambut di Desa Tri Mandayan.

“Harapan kami kepada pemerintah agar lebih serius menangani karhutla area gambut. Kami berharap ada lembaga dan badan khusus yang menangani kerusakan ekosistem gambut agar dapat lebih fokus dan serius, “harapnya.

Selain itu, Teo mengingatkan bahwa lahan gambut sangat penting untuk kehidupan, ia mengajak masyarakat agar bersama-sama menjaga lahan gambut.

“Kita pulihkan ekosistem gambut, gambut untuk di jaga bukan untuk di rusak, gambut tidak jahat hanya tangan manusia serakah yang jahat untuk merusak gambut dengan cara di bakar, “pungkasnya.

Penulis: Muhammad Ridho| Dapatkan Update News Sambas Times

Share :

Baca Juga

Panen Raya Padi

Peristiwa

Wabup Fahrur Rofi Panen Raya Demplot Inpari-37
Kondisi Bayi perempuan yang ditemukan warga di Jalan Lingkar Rambi, saat ini bayi dirawat di RSUD Sambas

Peristiwa

Geger Penemuan Bayi di Sambas, Polisi Akan Usut Tuntas
Kelompok Tani Dusun Sehati

Peristiwa

PT KMP Langgar Komitmen BA Poktan Dusun Sehati
Kasat Lantas Polres Sambas AKP Yunita Puspita Sari

Peristiwa

Open Traffic, Truck Tronton Dilarang Lintas JSSB
Jumadi Ketua PSN Kalbar menyerahkan bantuan banjir kepada Camat Sejangkung

Peristiwa

INKINDO dan PSN Kalbar Salurkan Bantuan Banjir Sambas
Kebakaran di Kecamatan Sebawi

Peristiwa

Empat Unit Rumah Warga Sebawi Ludes Terbakar
Tersangka R alias Rian

Peristiwa

Satreskrim Polsek Pemangkat Tangkap Pelaku Curanmor
Para pelajar mengabadikan momen wisata edukasi usai melihat Penyu bertelur di Pantai Tanjung Api, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh

Peristiwa

Edukasi Penyu Upaya Pelestarian Hewan Langka
error: Content is protected !!