Sambas Times. Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji berjanji akan melaporkan tender ke penegak hukum apabila pengerjaan Water Front (WF) tidak sesuai perencanaan.
Hal tersebut disampaikan Sutarmidji pada sambutan peresmian Rumah Melayu Sambas. Yang dihadiri Bupati Sambas Pangeran Ratu Muhammad Tarhan, Anggota DPRD Kalbar dan pejabat penting lainnya.
“Apabila pekerjaan WF kedua kalinya ini masih tidak sesuai perencanaan, sekali lagi saya ingatkan. Jika pengerjaannya tidak sesuai, maka saya sendiri yang akan mengantarkan ke penegak hukum,” tegas gubernur.
Orang nomor satu di Kalbar tersebut menyesalkan tender yang membuang 14 persen dari perencanaan, dan menduga tidak akan jadi sesuai rencana.
“Saya bilang tidak jadi barang itu, tidak jadi karena barang itu padat modal. Ditambah lagi yang mengerjakan menunggu termin atau uang muka baru kerja,” sesalnya.
Bang Midji sapaan akrab gubernur mengatakan, bahwa itu adalah sumber masalahnya. Ia juga telah mencopot kabid yang mengerjakan proyek tersebut karena tidak mendengarkan arahan.
“Saya suruh tenderkan kenapa pakai e-katalog dan tidak genah. Saya tidak mau tau dan saya perintahkan untuk di genahkan terlebih dahulu, tidak ada masalah, dan kerjakan sesuai kualitasnya,” ulasnya.
Sutarmidji mengatakan bahwa hal tersebut ia lakukan tidak karena ada kepentingan apapun, dan tidak ada proyek yang dikerjakan olehnya, istri, anak, dan menantunya.
“Saya ngomong apa adanya, tidak ada sembunyi-sembunyi, bapak ibu percaya omongan saya, saya tidak ada kepentingan,” pungkasnya. (Ris)
















