Home / Hukum

Senin, 11 Agustus 2025 - 12:23 WIB

Keluhkan Sungai Lubuk Lagak Keruh, Kental dan Menguning

Warga Dusun Lubuk Lagak masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci pakaian, Minggu (10/8/2025).

Warga Dusun Lubuk Lagak masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci pakaian, Minggu (10/8/2025).

Sambas Times. Warga Lubuk Lagak, Desa Lubuk Dagang, Kecamatan Sambas Mengeluhkan kondisi air sungai keruh, diduga akibat Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan aktivitas perkebunan Sawit.

Jamalia salah satu warga Dusun Lubuk Lagak menyampaikan keluhan kondisi keruhnya air sungai Teberau, yang merupakan aliran air sungai Sambas yang semakin keruh.

Ia mengatakan, dulu setiap memasuki perubahan panas ke hujan air sungai jernih kebiruan, bahkan tembus hingga ke tanah, namun sekarang air semakin keruh, menguning dan kental karena tercemar.

“Air keruh terjadi selama perusahaan sawit masuk dan aktivitas dompeng, selain mengganggu aktivitas masyarakat. Pencemaran pencemaran sungai menyebabkan gatal-gatal,” kata Jamalia, Minggu (10/8/2025).

BACA JUGA:  Bupati Satono Sampaikan Jawaban PU Fraksi DPRD Sambas

Walau keruh, Jamalia mengaku masih mengunakan air sungai untuk mencuci beras dan pakaian. Sedangkan untuk bilas menggunakan air hujan, apalagi saat musim kemarau.

“Untuk mencuci beras masih menggunakan air sungai, setelah itu baru dibilas air hujan. Sedangkan baju putih dicuci menggunakan air hujan, kalau mengenalkan air sungai, baju putih menjadi kuning,” ungkapnya.

Untuk sarana air bersih, baru sebagian masyarakat menggunakan PDAM, sehingga air sungai masih menjadi kebutuhan utama masyarakat. “Semoga pencemaran sungai ini bisa ditindak tegas pemerintah,” harapnya.

Doni Kepala Dusun Lubuk Lagak membenarkan apa yang dikeluhkan masyarakat. Ia menduga penyebab keruhnya air sungai Lubuk Lagak karena limbah sawit dan aktivitas PETI, sehingga ia berharap ada solusi mengatasi keruhnya air sungai.

BACA JUGA:  Festival Ngael Udang Sungai Baru Ajang Promosi Wisata

“Selain PETI, ia mengatakan limbah sawit juga menyebabkan pencemaran, seharusnya pihak perusahan membuat kolam. Sehingga limbah dari kanal tidak mencemari sungai yang merupakan kebutuhan masyarakat,” harapnya.

Dari pantauan dilapangan, tampak masyarakat Dusun Lubuk Lagak masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti mandi dan mencuci pakaian, padahal air menguning kental akibat pencemaran.

Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Empat Rumah di Bobol Maling

Hukum

Waspada, Dalam Semalam Empat Rumah Dibobol Maling
Mobil Avanza yang diamankan petugas Polsek Semparuk

Hukum

Kecelakaan Maut di Semparuk, Seorang Pengendara Motor Tewas
Polres Sambas

Hukum

Polisi Respon Cepat Penganiayaan di Jalan Lingkar Rambi-Kartiasa
Satgas Pamtas Yonkav 12/BC

Hukum

Dua Warga Sambas Diamankan Satgas Pamtas di Perbatasan RI-Malaysia
Residivis kambuhan pencurian motor yang diamankan petugas Polsek Jawai, Jumat (12/5/2023).

Hukum

Residivis Spesialis Curanmor di Tangkap Polsek Jawai
Tersangka Pembunuh Mertua

Hukum

Menantu Pembunuh Mertua Dibekuk Polisi
polsek pemangkat

Hukum

Bawa Kabur Uang Perusahaan di Pemangkat, CK Ditangkap Polisi
Polsek Pemangkat

Hukum

Personel Gabungan Siap Amankan Imlek dan CGM Pemangkat
error: Content is protected !!