Sambas Times. Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) mempertanyakan kejelasan proyek City Mall Sambas, hingga saat ini KMKS menyebut investor hanya menjual mimpi.
City Mall Sambas dengan nilai investasi fantastis Rp. 6,6 triliun menjadi tanda tanya, ada apa dan kepentingan apa investor, apalagi hingga saat ini belum ada kepastian progres pembangunan.
Agus Wendri, Kepala Departemen Aksi dan Advokasi KMKS menjelaskan, proyek ini sejak tahun lalu sudah menghebohkan, apalagi di katakan didukung investor asal Singapura.
“Awal tahun lalu proyek ini sempat menghebohkan publik. Bahkan tersiar kabar pembangunan dibiayai investor asal Singapura, Long Dragon Investment, dengan investasi mencapai 3,26 miliar USD atau Rp. 6 triliun lebih.
Ia mengatakan, dengan nilai yang begitu fantastis, tentunya investasi ini akan menjadi tonggak sejarah. Namun, faktanya dari izin hingga amdal, bahkan keterlibatan pemerintah daerah tidak terlihat jelas.
“Hingga kini ambisi besar itu masih sebatas janji. Tidak ada kepastian mengenai perizinan, tidak ada transparansi terkait aliran dana investasi. Bahkan keterlibatan pemerintah daerah pun belum terlihat jelas,” ungkapnya.
KMKS, ujar Agus Wendri, mempertanyakan keseriusan pihak investor dan menilai proyek tersebut berpotensi bernasib sama seperti berbagai janji investasi sebelumnya yang berakhir tanpa realisasi.
“Jika benar serius, investor seharusnya sudah menunjukkan dokumen dan langkah konkret, bukan hanya wacana. Fakta di lapangan sampai hari ini nol, sehingga wajar masyarakat mulai merasa dibohongi,” ujar Agus.
Investasi yang awalnya digaungkan PT FAM Nexa Indonesia. Dengan Presiden Direkturnya Johnny Famin Efendy hingga saat ini tidak jelas, apakah investasi bodong atau upaya kejahatan investasi.
“Harus ada penjelasan resmi baik dari pihak Long Dragon Investment maupun dari Pemerintah Kabupaten Sambas mengenai kelanjutan rencana pembangunan Sambas City Mall,” desaknya.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News
















