Home / Hukum / Pendidikan

Senin, 30 Desember 2024 - 11:00 WIB

BEM IAIS : Membongkar Skandal Korupsi, Apa Menjadi Tradisi

 M Luffi Ariadi Ketua Umum BEM Fakultas Syariah IAIS Sambas.

M Luffi Ariadi Ketua Umum BEM Fakultas Syariah IAIS Sambas.

Sambas Times. M Luffi Ariadi Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Syariah IAIS Sambas menyampaikan beberapa kasus korupsi sepanjang tahun 2024, melibatkan berbagai pihak di Kabupaten Sambas.

Luffi menegaskan, belum selesai masalah yang satu, timbul masalah baru, sebelumnya hebohkan dengan kasus Korupsi Waterfront Sambas, pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalbar TA 2022.

Pertengahan tahun 2024 Sambas di kejutkan kasus korupsi ratusan juta rupiah oleh Kaur Keuangan Pemerintah Desa. Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengelolaan keuangan Dana Desa TA 2023 di Desa Matang Terap, Kecamatan Jawai Selatan.

Yang mengejutkan, akhir tahun 2024 di tutup dengan kasus Korupsi BUMDesma Berkah Bersama, Kecamatan Tebas. Polres Sambas menetapkan AR (36) Direktur BUMDesma sebagai tersangka dugaan Tipikor.

“Dalam kasus korupsi ini, AR diduga menyalahgunakan keuangan BUMDesma yang bersumber dari 23 desa di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas,” jelasnya.

BACA JUGA:  Direktur Poltesa Bangga Dosen dan Siswanya Raih Prestasi Nasional

Ia mengatakan, Tipikor diatur dalam UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Dalam undang-undang tersebut, korupsi didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum dengan tujuan menyejahterakan diri sendiri atau orang lain yang merugikan keuangan atau perekonomian negara.

“Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa praktik korupsi masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Sambas khususnya dan di Indonesia umumnya,” ujar dia.

Korupsi seperti ini bukan hanya soal uang, tapi juga soal kepercayaan. Timbul pertanyaan besar Ada Apa Dengan Pemerintahan Kabupaten Sambas?

“Kami Mahasiswa Fakultas Syariah IAIS Sambas menyadari ini bukan salah satu atau dua orang melainkan tugas kita semua selaku masyarakat.” Tegasnya.

BACA JUGA:  Mahasiswa IAIS Siap Sukseskan Festival Sagu Desa Sebangun
BEM IAIS Tawarkan Repormasi Pendidikan Hukum

BEM IAIS menawarkan Reformasi Pendidikan Hukum guna membentuk kesadaran integritas sejak dini kepada pemerintah. Khususnya Kabupaten Sambas serta lapisan masyarakat untuk mengambil langkah ini.

Termasuk membuka Transparansi Proses Hukum guna meminimalisir tidak ada intervensi. Dan melakukan pengawasan Real-time seluruh lapisan masyarakat.

dengan kombinasi dan kolaborasi Pemerintah, Penegak Hukum, serta keterlibatan lapisan Masyarakat dapat memberikan dampak nyata dalam memberantas Tindak Pidana Korupsi di Kabupaten Sambas.

“Penegakan hukum yang mempunyai wewenang harus berjalan tegas untuk memberikan efek jera,” sarannya.

Selain menghukum pelaku, pemerintah harus memperbaiki sistem serta memperketatnya agar hal ini tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Kapolsek Sajingan Besar

Hukum

Polsek Sajingan Besar Tangkap Dua Pelaku TPPO
Suasana Bimtek Pemahaman SNI ISO

Pendidikan

Poltesa Gelar Bimtek SNI ISO Menuju Laboratorium Terakreditasi
Narkoba Sabu

Hukum

Polres Sambas Gagalkan Peredaran Shabu 722,22 Gram di Sajingan Besar
Universitas Tanjungpura

Pendidikan

Prodi Ilmu Politik FISIP Untan Raih Akreditasi Unggul
Barang bukti Narkotika jenis Shabu yang berhasil diamankan Satnarkoba Polres Sambas, Insert

Hukum

Operasi Pekat, Polres Sambas Amankan Pengedar Narkotika
Pelatihan Pembelajaran Kurikulum Merdeka SMAN 1 Semparuk

Pendidikan

SMAN 1 Semparuk Gelar Pelatihan Modul Kurikulum Merdeka
Polsek Subah

Hukum

Polsek Subah Patroli Cegah Karhutla Kepada Masyarakat
Kapolres Sambas, AKBP Laba Meliala, S.I.K, MH

Hukum

Polres Sambas Kerahkan 418 Personel Amankan Pilkades Serentak
error: Content is protected !!