Home / Hukum

Senin, 19 Mei 2025 - 22:08 WIB

Pemda Diminta Proaktif Jalankan Satgas Antipremanisme

Denie Amiruddin SH MHum

Denie Amiruddin SH MHum

Sambas Times. Pemda (Pemerintah Daerah) sudah seharusnya proaktif untuk membentuk dan menjalankan gugus tugas dalam Satgas Antipremanisme.

Denie Amiruddin SH MHum, Sekretaris Pengda Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Adminisitrasi Negara (APHTN-HAN) Kalbar, Senin (19/5/2025) menjelaskan sudah seharusnya pemerintah daerah membentuk dan menjalankan Satgas Antipremanisme.

Denie mengatakan hal ini setelah Mendagri Tito Karnavian memberikan arah dan tugas kementeriannya dalam Satgas Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) atau Satgas Antipremanisme yang telah dibentuk Kemenko Polkam.

Menurut Denie, di Kalbar memang tidak ada kasus tersebut yang menonjol, tetapi langkah antisipasi sangat perlu dilakukan. Instruksi pusat untuk hal itu harus dilaksanakan daerah. Jangan sampai menunggu setelah ada peristiwa.

“Kaitannya dengan Ormas, maka instansi yang menjadi leading sector di daerah seperti Kesbangpolinmas harus pro aktif. Salah satunya dengan mengevaluasi Ormas yang telah terdaftar maupun yang belum,” ujar Denie.

BACA JUGA:  Pemprov Kalbar Harap Sambas Prioritas Pembangunan Daerah

Denie menjelaskan perlunya teguran tertulis bagi Ormas yang terlibat dalam aksi premanisme. Dalam skala luas, dapat menerapkan sanksi administrasi.

“Dalam Satgas itu kan isinya dari berbagai instansi lintas sektoral. Harapannya untuk antisipasi demi tercipta kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas Denie yang juga dosen sekaligus advokat ini.

Denie mengajak semua pihak untuk memaknai premanisme dalam lingkup luas. Sikap yang meresahkan dari tindakan kekerasan yang tidak humanis, bukan saja berpotensi dilakukan oleh masyarakat sipil. Tetapi juga bisa saja oleh aparatur berseragam, termasuk ASN.

“Misalnya saja ketika penertiban lapak-lapak dagangan yang menonjolkan kekerasan, bukan pola persuasif yang humanis,” ujarnya.

Efektif

Sementara itu, Satgas Antipremanisme di banyak daerah di luar Kalbar telah beroperasi efektif, terutama di kota-kota besar. Langah ini setelah Mendagri Tito Karnavian memberikan arah dan tugas kementeriannya dalam Satgas Terpadu Antipremanisme yang telah dibentuk Kemenko Polkam.

BACA JUGA:  Hadirkan Ormas, ICDN Kabupaten Sambas Gelar FGD Kebangsaan

Tito mengatakan, tugas utama Satgas adalah penegakan aturan keormasan yang sudah dan belum memiliki badan hukum.

Setelah itu memang Satgas Antipremanisme di beberapa daerah langsung tancap gas. Mereka memprioritaskan penanganan di titik-titik rawan yang selama ini menjadi pusat aktivitas premanisme antara lain kawasan industri dan perusahaan yang rentan pemerasan, pungutan pada parkir di badan jalan, intervensi terhadap proyek-proyek pemerintah dan jatah preman di pasar tradisional dan pasar tumpah.

Titik rawan lainnya adalah terminal dan jalur angkutan yang terkena retribusi ilegal dengan modus jual deret, kelompok geng motor yang meresahkan warga, pengamen yang meminta uang secara paksa, preman yang menjadi backing pangkalan atau trayek tertentu dan jalur logistik kendaraan berat di perbatasan kota.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie I Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Jasad bayi

Hukum

Polres Sambas Tangani Penemuan Jasad Bayi Perempuan di Desa Kartiasa
KMKS

Hukum

KMKS Dorong BNNK Sambas Tangani Narkotika Hingga Tingkat Desa
Suriadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas

Hukum

Suriadi Imbau Pemuda Hindari Pengaruh dan Bahaya Narkoba
Tersangka berinisial J diamankan Anggota Polsek Jawai Selatan

Hukum

Paman Bacok Keponakannya di Jawai Selatan
Kapolres Sambas AKBP Sugiyatmo Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Kapuas

Hukum

Operasi Zebra Kapuas 2023 Hari Ini Dimulai
Polres Sambas

Hukum

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Pemangkat
Mahasiswa UNNISAS

Hukum

BNN Harus Cegah Peredaran Narkotika di Sambas
Pencucian Tabung gas LGP

Hukum

Polres Sambas Amankan Penadah Ratusan Tabung Gas LPG Curian
error: Content is protected !!