Sambas Times. Zulsyahrin Mahasiswa Universitas Sultan Muhammad Syafiudin Sambas (UNNISAS) berharap hadirnya Badan Narkotika Nasional (BNN) dapat mencegah Peredaran Narkotika di Sambas.
Harapan itu disampaikan Zulsyahrin, mengingat kabupaten Sambas berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, baik laut dan darat. Sehingga rentan terhadap peredaran Narkotika.
Seperti diketahui sebelumnya, tanggal 13 Juli 2024, Satgas Pamtas berhasil menggagalkan penyelundupan 14 paket Narkotika jenis Sabu seberat 35,9 Kg dan Pil Ekstasi 7 paket yang berisikan sekitar 35 ribu butir di Temajuk.
Tidak berselang lama, tepatnya 8 Agustus 2024, Satgas Pamtas kembali berhasil mengagalkan penyelundupan Narkoba seberat 16 Kg Narkoba di Temajuk. Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
Ia berharapan, peresmian Kantor BNN Kabupaten Sambas jadi momentum strategis memperkuat, mencegah dan memberantas penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika di wilayah perbatasan.
“Kehadiran kantor ini bukan sekadar penambahan infrastruktur kelembagaan. Melainkan simbol komitmen bersama untuk menjaga generasi dari ancaman narkotika,” kata Zulsyahrin, Jumat (15/8/2025).
Menurutnya, ancaman narkotika tidak hanya merusak kesehatan individu, namun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan stabilitas sosial. “Perlu kolaborasi lintas sektor, termasuk mahasiswa dalam membangun kesadaran publik,” katanya.
“Sebagai mahasiswa, kami memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk ikut mengedukasi masyarakat melalui kegiatan ilmiah, penyuluhan, dan program pengabdian,” ujar Zulsyahrin mantap.
Ia berharap, Kantor BNNK Sambas menjadi pusat koordinasi yang efektif untuk gerakan preventif dan edukatif. Sehingga masyarakat tidak hanya terhindar dari jerat narkotika, tetapi mampu membangun lingkungan yang sehat, aman, dan berdaya saing.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















