Home / Pemerintahan

Rabu, 8 April 2026 - 10:50 WIB

Dari Pengalaman di Penjara, Kini Bangkit Menentang Gerakan Ekstrem

Wakil Ketua Yayasan Borneo Bela Negara (YBBN), Salim Salyo, pada kegiatan penguatan kapasitas Dharma Wanita, di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalbar, Senin, (6/4/2026).

Wakil Ketua Yayasan Borneo Bela Negara (YBBN), Salim Salyo, pada kegiatan penguatan kapasitas Dharma Wanita, di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalbar, Senin, (6/4/2026).

Sambas Times. Wakil Ketua Yayasan Borneo Bela Negara (YBBN), Salim Salyo, menjadi salah satu narasumber penguatan kapasitas Dharma Wanita Persatuan di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalbar, Senin, (6/4/2026).

Kegiatan mengusung tema “Sinergi Cegah Paham Radikalisme dan Premanisme dalam Keluarga”. Memberikan kesempatan ia berbagi pengalaman nyata tentang bahaya ideologi ekstrem dan pentingnya kembali ke jalan yang benar.

Di hadapan sejumlah peserta, Gubernur dan perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Salim menjelaskan keresahannya ketika melihat ketimpangan sosial, seperti kisah seorang nenek yang ditangkap karena mencuri singkong demi bertahan hidup.

“Saat itu saya berpikir hukum tidak adil, berpihak pada yang kuat. Rasa kecewa tersebut ternyata membawa saya tersulut provokasi jaringan radikal-teror,” ungkap dia.

BACA JUGA:  Bupati Satono Buka Musrenbang RKPD Kecamatan Teluk Keramat

Lanjut Salim, pola pikirnya perlahan berubah, dari mengikuti ideologi Khilafah Tahririyah HTI. Hingga akhirnya melangkah lebih jauh dan ekstrem dengan bergabung ke Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berkiblat ke ISIS.

“Saya diajarkan, bahwa negara ini thaghut (berhala), sehingga merampok bank demi membiayai perjuangan yang dianggap halal (dianalogikan seperti fa’i/ harta rampasan perang). Kami ingin hasil jarahan ke Poso dan Filipina, namun kandas di tangan Densus 88” jelasnya.

Mendekam selama 3,5 tahun di penjara, dirinya mengaku mendapatkan pendekatan humanis aparat keamanan dan pembinaan intensif dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

BACA JUGA:  DPRD Sambas Tandatangani Pengharmonisasian Bersama Kanwilkumham

Pria asal Parit Sembin, Kabupaten Kubu Raya, yang kini menekuni usaha mebel. Kini kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dan bangkit melawan gerakan radikal-teror.

“Saya tidak merasa ditangkap, tapi justru diselamatkan, setelah nyaris saja kami mati sia-sia. Mereka mendekati para kombatan bukan dengan kekerasan, tapi dengan hati, dialog, dan pendidikan,” ujarnya.

Salim berpesan agar masyarakat waspada terhadap pengaruh media sosial dan peran keluarga sebagai benteng utama. “Keluarga adalah kunci. Ibu-ibu Dharma Wanita memiliki peran besar mengawasi anak-anak agar tidak terhasut berita bohong dan paham yang memecah belah,” imbaunya.

Penulis: Rony Ramadhan Putra | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Editor: Muhammad Ridho

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Bupati Satono Buka Musrenbang RPJMD 2025-2029 dan RKPD 2026
Polres Sambas

Pemerintahan

Polres Sambas Apel Persiapan Pengamanan Pelantikan DPRD
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi

Kesehatan

Wabup Rofi Hadiri Donor Darah Kodim 1208 Sambas
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi

Pemerintahan

Wabup Rofi Buka Kegiatan Puspaga Desa Sungai Kumpai
Anggota Banggar DPRD Kabupaten Sambas

Pemerintahan

DPRD Sambas Dalami Mandatory Spending ke Ditjenkeu Kemendagri
Sumardi juru bicara Fraksi Nasdem menyampaikan PU Fraksinya di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Sambas.

Pemerintahan

Fraksi NasDem Nilai Output APBD 2022 Belum Signifikan
Jurnalis Desa

Pemerintahan

Asisten II Setda Sambas Buka Pelatihan Jurnalistik Aparatur Desa
Wakil Ketua DPRD Kalbar Prabasa Anantatur

Pemerintahan

Prabasa Terima Aspirasi Terkait Infrastruktur dan Pupuk
error: Content is protected !!