Home / Info Pasar

Selasa, 4 April 2023 - 12:09 WIB

Dongkrak Jeruk Sambas, Fungsikan Citrus Center

Anggota DPRD H Subhan Nur meminta Pemerintah Kabupaten Sambas dongkrak kembali Jeruk Sambas yang mulai tersisih dari pasaran, dan memfungsikan Citrus Center.

Anggota DPRD H Subhan Nur meminta Pemerintah Kabupaten Sambas dongkrak kembali Jeruk Sambas yang mulai tersisih dari pasaran, dan memfungsikan Citrus Center.

Sambas Times. Anggota DPRD H Subhan Nur meminta Pemerintah Kabupaten Sambas dongkrak kembali Jeruk Sambas yang mulai tersisih dari pasaran, dan memfungsikan Citrus Center.

Sekarang Jeruk Sambas yang di kenal Jeruk Pontianak sudah mulai tersisih dari pasaran. Jeruk dari Sumatera Utara dan Jeruk Medan justru merajai pasar jeruk Jakarta saat ini.

“Kita sangat prihatin dengan produk andalan Kabupaten Sambas mulai tersisihkan dari pasaran, ditambah aset pemerintah pusat seperti citrus center yang tidak tau arahnya kemana,” tegas Legislator Fraksi Nasdem DPRD Kalbar.

Subhan mengatakan bahwa kita sudah punya ikon produk daerah yang menjadi andalan, seperti jeruk yang telah dibuatkan pemerintah pusat citrus centre, ini harus di fungsikan.

BACA JUGA:  IKABOGA Siap Majukan Potensi Kuliner Kabupaten Sambas

“Sekarang yang menguasai pasar Jakarta, jeruknya berasal dari Berastagi, Sumatera Utara dan Medan, padahal kita banyak jenis jeruk lainnya,”. Ujar pengusaha yang pernah menjabat Ketua Bidang Perbatasan Kadin Kalbar menuturkan.

Subhan mencontohkan ikon Jeruk Sambas yang bisa menjadi andalan, diantaranya jenis Jeruk Madu dan Jeruk Susu.” Sekarang tinggal konsisten tidaknya kita mengembangkan potensi jeruk Sambas,” ulasnya.

Solusi utama ialah Pasar Induk. Legislator partai Nasdem tersebut mengatakan tidak adanya pasar induk menjadi salah satu faktor pemasaran, dimana pedagang semau-maunya menetapkan harga.

BACA JUGA:  HMKS Soroti Jalan Kabupaten Yang Memprihatinkan di Sendoyan

“Contoh Buah Naga Kecamatan Jawai dijual seharga 8000 Rupiah, padahal harga di daerah lain seperti Pontianak harga buah naga 20.000 rupiah per kilo,” bebernya.

Oleh karena itu, Subhan kembali mengingatkan terkait pentingnya dibangun pasar induk, selain menata pedagang juga dalam rangka menstabilkan harga pasar.

“Konsep pasar induk itu pertama membantu bagaimana harga jual dari petani bisa stabil, kedua menjaga ikon daerah. Sehingga sangat membantu petani, apalagi saat ini harga pupuk luar biasa mahal,” pungkasnya. (Ris)

Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

UMKM Awas

Info Pasar

UMKM AWAS Tolak Aming Coffe di Lokasi PKL
Bubur Padas Instan

Info Pasar

Poltesa Uji Publik Rasa Bubbor Paddas Instan Serbuk Limau Calong
Distan KP

Info Pasar

Rakor Penyaluran Pupuk Subsidi, Pastikan Tepat Sasaran
Politeknik Negeri Sambas

Info Pasar

Poltesa Kenalkan Poktan Kopi Harum Manis Rumah Jemur Kopi
Ketahanan Pangan

Info Pasar

Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Semparuk Panen Jagung Perdana
Bupati Sambas Satono

Info Pasar

Bupati Sambas Panen Padi Varietas Inpari 37 di Selakau Timur
Margono Petani Sawit Desa Pusaka, Kecamatan Tebas

Info Pasar

Tekan Inflasi, Petani Sawit Desa Pusaka Gunakan Pupuk Kandang
Suasana Operasi Pasar yang digelar Disperindag ESDM Kalbar di Pasar Sambas

Info Pasar

Disperindag ESDM Kalbar Gelar Operasi Pasar di Sambas
error: Content is protected !!