Sambas Times. Kondisi kemarau berkepanjangan menjadi dilema bagi petani yang sedang memasuki masa tanam padi, apalagi kondisi panas yang luar biasa menyebabkan lahan padi retak-retak.
Sufian Ketua Poktan Tri Karya, Dusun Cempaka, Desa Serunai, Kecamatan Salatiga mengatakan, kondisi lahan di kelompoknya sebanyak 34 hektar belum bisa tanam padi, akibatkan kondisi tanah mengeras dan retak-retak.
“Kondisi lahan Poktan seluas 34 hektar yang dikelola 54 orang, saat ini belum bisa memulai tanam padi. Karena tanah keras dan merekah akibat kepanasan, bahkan semaian padi juga mati,” kata Sufian. Jumat (25/7/2025).
Sufian menambahkan, dalam hal ini memang sangat di perlukan pendalaman parit untuk arus air pasang, dan pipanisasi mengaliri di lahan pertanian, sehingga lahan tidak kering.
“Dengan kondisi sekarang, sangat perlu dilakukan pendalaman parit hingga ke sungai, sehingga air pasang air bisa masuk. Atau bisa di sedot untuk dialirkan ke lahan pertanian, serta aliran Pipanisasi,” jelasnya.
Sufian juga berharap Pemerintah bisa membantu sistem pengairan yang baik. Karena saat ini lokasi lahan pertaniannya merupakan lokasi lahan tadah hujan. “Semoga ada program pendalaman parit untuk aliran sawah,” harapnya.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















