Sambas Times. Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) mendorong Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sambas dapat menangani peredaran Narkotika hingga ke tingkat desa.
Ketua Umum KMKS, Azwar menegaskan, peresmian BNNK Sambas menjadi langkah strategis dalam memperkuat pertahanan wilayah perbatasan dari ancaman narkotika.
Ia mengatakan, sepanjang 2025, kepolisian di Kabupaten Sambas telah mengungkap sejumlah kasus peredaran narkotika yang perlu menjadi perhatian BNN Kabupaten Sambas.
Di Kecamatan Pemangkat, Polres Sambas pada April 2025 menggagalkan peredaran 29 paket sabu seberat 31,65 gram dalam operasi di kawasan permukiman padat.
Sementara di pusat kota Sambas, Satuan Reserse Narkoba Polres Sambas pada 17 Juli 2025 menangkap dua tersangka penyalahguna narkotika dalam operasi dini hari.
“Dari dua kasus ini menunjukkan peredaran narkoba telah menjalar dari kawasan perkotaan hingga ke desa-desa.” Kata Ketua Umum KMKS, Azwar, Kamis (14/8/2025).
Menanggapi situasi tersebut, KMKS menyampaikan apresiasi tinggi peresmian BNNK Sambas yang telah di perjuangkan lebih dari dua dekade sejak terbentuknya Kabupaten Sambas.
“Kami bersyukur dan menyambut baik kehadiran BNNK. Ini bukan hanya kemenangan pemerintah, tetapi juga kemenangan seluruh masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Azwar.
Ia menegaskan, keberadaan BNNK dinilai sebagai momentum penting memperkuat upaya mitigasi dan antisipasi peredaran narkotika di wilayah perbatasan yang rawan penyelundupan lintas negara.
“KMKS mendorong BNNK Sambas menekan peredaran narkotika hingga ke tingkat RT dan dusun. Dengan langkah terukur, berkesinambungan, serta melibatkan komunitas lokal, pemuda, dan elemen masyarakat,” garapnya.
BNNK Harus Bentuk Strategi Pencegahan Terstruktur
Wakil Departemen Kajian dan Advokasi KMKS, Azie Mardianto, menilai, kehadiran BNNK harus diikuti pembentukan strategi pencegahan yang terstruktur dan berbasis masyarakat.
“Penanganan narkotika tidak cukup mengandalkan razia dan penindakan hukum. Harus ada pendekatan yang menyentuh akar persoalan, seperti edukasi, pemberdayaan tokoh desa, serta pelibatan organisasi pemuda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, posisi Sambas sebagai daerah perbatasan membuatnya memiliki kerentanan ganda, sebagai jalur masuk narkotika sekaligus pasar potensial.
‘BNNK harus membangun jaringan kerja di tingkat RT dan dusun. Sehingga bisa menutup celah peredaran narkotika, yang menyentuh lapisan terbawah masyarakat,” ujar Azie.
KMKS menyambut baik sikap pemerintah daerah yang dinilai serius dalam memerangi narkotika. Kehadiran BNNK harapkan
memperkuat sinergi antara lembaga resmi dan masyarakat.
Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News















