Sambas Times. Komisi IV DPRD Kalbar melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) meninjau progres pembangunan fisik selama dua hari di Kabupaten Sambas.
Pembangunan fisik yang ditinjau diantaranya pekerjaan Waterfront, Program Hibah Jalan Daerah (PHJD), Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di SPBU Paloh, dan pembangunan listrik di Temajuk.
Kunker Komisi IV DPRD Kalbar telah mulai sejak Kamis. 22 Desember 2022 hingga Jumat 23 Desember 2022, kita melakukan monitoring setiap progres pekerjaan fisik di Kabupaten Sambas.
“Kita telah selesai meninjau program fisik di Kabupaten Sambas, yang paling mengecewakan pekerjaan Waterfront dan kebijakan BKSDA terkait listrik di Temajuk,”. Kata Ketua Komisi IV DPRD Kalbar H Subhan Nur, Sabtu (24/12/2022).
Pekerjaan Waterfront yang menelan anggaran hingga 8,8 Miliar gagal total, pekerjaan hancur lebur, kontraktornya lepas tangan. Ini harus di blacklist, dan pekerjaannya harus lanjut kembali dengan kontraktor baru yang profesional.
Sedangkan di Temajuk, pekerjaan pemasangan tali listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkendala oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Sehingga kita meminta BKSDA lebih mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Baru saja masyarakat Desa Temajuk mau merdeka, sudah dihalangi, 77 tahun mereka mendambakan listrik, seharusnya BKSDA memperhatikan itu, bukan menghambatnya,” tegas Subhan Nur.
Dari hasil kunker ini akan kita tindaklanjuti. Karena kita ingin pembangunan fisik apapun jenisnya mengutamakan kepentingan masyarakat,”. Ini nanti akan kita bahas di Komisi IV DPRD Kalbar,” tegasnya. (edo)















