Home / Budaya

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:00 WIB

Pangeran Tarhan Ziarah ke Makam 14 Sultan Sambas

Dr Pangeran Ratu Muhammad Tarhan berziarah ke Makam-makan Sultan Sambas di Komplek Istana Kesultanan Sambas, Rabu (8/7/2026).

Dr Pangeran Ratu Muhammad Tarhan berziarah ke Makam-makan Sultan Sambas di Komplek Istana Kesultanan Sambas, Rabu (8/7/2026).

Sambas Times. Pewaris tahta Kesultanan Sambas, Dr Raden Muhammad Tarhan SPd ME melakukan ziarah ke makam 14 Sultan Sambas di Komplek Istana Alwatzikhoebillah, Rabu (8/7/2026).

Ziarah ke makam 14 Sultan Sambas dilaksanakan dalam memperingati Hari Jadi Kota Sambas ke-395 dan HUT Perpindahan Ibu Kota Sambas ke-27 Tahun 2026.

Selain itu, ziarah itu bagian dari napak tilas sejarah Kesultanan Sambas. Sekaligus bentuk penghormatan terhadap jasa para Sultan yang telah membangun dasar peradaban, pemerintahan, dan identitas budaya Sambas.

Dalam kegiatan itu, Pangeran Ratu Muhammad Tarhan bersama kerabat Kesultanan Sambas, tokoh agama, dan masyarakat membacakan doa serta tahlil di kompleks makam para Sultan Sambas.

Pangeran Tarhan menjelaskan, ziarah tersebut bukan sekadar tradisi seremonial. Melainkan momentum untuk mengingat kembali perjalanan panjang Sambas sebagai daerah yang memiliki akar sejarah kuat.

BACA JUGA:  Penari Gorontalo Latihan Tari Tanda' Sambas di Benteng Otanaha

“Ziarah ini bentuk penghormatan kepada para Sultan Sambas yang telah berjasa membangun negeri. Karena dari sejarah inilah kita belajar tentang kepemimpinan, persatuan, dan tanggung jawab menjaga marwah Sambas,” ujarnya.

Menurutnya, Hari Jadi Kota Sambas ke-395 dan HUT Perpindahan Ibu Kota Sambas ke-27 harus menjadi pengingat. Bahwa pembangunan daerah tidak boleh terlepas dari nilai sejarah, adat, agama, dan budaya.

Ia menegaskan, Sambas memiliki modal besar sebagai daerah bersejarah di wilayah perbatasan negara. Karena itu, warisan Kesultanan Sambas harus menjadi identitas daerah, serta potensi pengembangan wisata sejarah dan budaya.

BACA JUGA:  Herzaky Salurkan PIP di Jawai, Jawai Selatan dan Tekarang

“Generasi muda Sambas harus mengenal sejarahnya. Karena bangsa dan daerah yang besar adalah daerah yang tidak melupakan jasa para pendahulunya,” katanya.

Ziarah ke makam 14 Sultan Sambas juga menjadi simbol kesinambungan antara sejarah masa lalu dan arah pembangunan Sambas ke depan.

Nilai-nilai perjuangan, keislaman, dan kebudayaan yang diwariskan para Sultan diharapkan tetap menjadi fondasi dalam membangun daerah yang maju, beradab, dan bermartabat.

Peringatan Hari Jadi Kota Sambas diharapkan tidak saja menjadi agenda tahunan. Tetapi menjadi ruang refleksi memperkuat persatuan masyarakat, menjaga warisan sejarah, serta sebagai salah satu pusat peradaban Melayu Islam di Kalimantan Barat.

Penulis: Muhammad Ridho| Dapatkan Update News Sambas Times

Share :

Baca Juga

MABM Kabupaten Sambas

Budaya

Misni : MABM Jadikan Musabaqah Zikir Maulud Agenda Tahunan
Bupati Sambas Satono

Budaya

Bupati Buka Lomba Nasi Adap Berbahan Singkong
Ketua Dekranasda Yunisa Satono menyerahkan hadiah juara 1 Karnaval Tenun Sambas 2023 se Kalbar

Budaya

Peserta Tema Temajuk Juara Karnaval Tenun Sambas se Kalbar
Kapolsek Pemangkat

Budaya

Hadiri Pagelaran Seni Budaya, ini Pesan Kapolsek Pemangkat
H Subhan Nur Anggota DPRD Propinsi Kalbar pada Seminar Budaya Melayu Kabupaten Sambas, Sabtu (17/6/2023) di Rumah Melayu Sambas.

Budaya

Subhan Ajak MABM Selamatkan Aset-aset Budaya Melayu
Anggota DPRD Kalbar H Subhan Nur menyampaikan sambutan pada acara Tumpahan Salok Orang Sambas

Budaya

Subhan : Tumpahan Salok Ajang Silaturahmi Orang Sambas
Ketua MABM Kabupaten Sambas Misni Safari

Budaya

MABM Dukung Seminar Budaya Disdikbud Kabupaten Sambas
Seni Budaya Melayu

Budaya

Pagelaran Seni Budaya Daerah Sambas di Pemangkat Meriah
error: Content is protected !!