Home / Pemerintahan

Kamis, 20 Juni 2024 - 12:56 WIB

Subhan Minta PUPR Kalbar Prioritaskan Jembatan Sambas-Subah

Ketua Komisi IV DPRD Kalbar H Subhan Nur saat melakukan monitoring kondisi jembatan sementara Sambas-Subah.

Ketua Komisi IV DPRD Kalbar H Subhan Nur saat melakukan monitoring kondisi jembatan sementara Sambas-Subah.

Sambas Times. Ketua Komisi IV DPRD DPRD Kalbar H Subhan Nur meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kalbar dapat memprioritaskan pembangunan Jembatan Sambas-Subah.

Prioritas tersebut ditegaskan Anggota DPRD Kalbar Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Sambas itu, mengingat sudah belasan tahun jembatan sementara itu belum ada progres dari PUPR Provinsi Kalbar.

“PUPR Kalbar harus memprioritaskan Jembatan Sambas-Subah, karena sudah belasan tahun masih belum ada progres pembangunan, dan itu jembatan sementara.” Kata H Subhan Nur, Kamis (20/6/2024) di Sambas.

Ia mengatakan, masih ada 2 titik Jembatan Provinsi Sambas-Subah dalam bentuk rangka baja (Jembatan Beiley). Sementara banyak kendaraan besar melintas jalan utama dari Kabupaten Sambas ke Kabupaten Bengkayang.

BACA JUGA:  Merawat Kebinekaragaman dengan Moderasi Beragama di Kabupaten Sambas

“Ini jalan utama menuju Kabupaten Sambas-Bengkayang, dibangun era Gubernur Cornelis, yaitu jalan Sambas-Subah. Ledo, Seluas dan Jagoi Babang, namun jembatan hingga saat ini masih yang belum di bangun,” tegasnya.

Kondisi jembatan sementara Sambas-Subah yang harus masuk prioritas pembangunan PUPR Pemprov Kalbar.

Legislator Fraksi Nasdem DPRD Kalbar ini meminta Pemrov Kalbar melalui Dinas PUPR dapat memprioritaskan pembangunan jembatan sementara penghubung Kecamatan Sambas-Subah.

“Komisi IV DPRD Kalbar akan memperjuangkan jembatan sementara di setiap kabupaten se Kalbar yang belum masuk progres pembangunan, apalagi jalannya sudah selesai dibangun,” tegasnya.

BACA JUGA:  Fraksi PDI-P Harap Sinergi Pemda dan Legislatif Berkelanjutan

Subhan menegaskan, pada monitoring jembatan sementara Sambas-Subah beberapa waktu lalu. Kondisi jembatan kecil dari lebar jalan, sehingga berbahaya bagi pengendara lalu lintas, serta rawan terjadi kecelakaan.

“Pada saat monitoring, lebar jalan lebih besar dari lebar jembatan. Sementara kendaraan perkebunan yang melintas besar dengan beban berat, sangat rawan terjadi kecelakaan lalu lintas,” tutupnya.

Penulis : Muhammad Ridho | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Ketua DPRD Sambas Abu Bakar

Pemerintahan

DPRD dan Pemkab Sambas Sepakati Nota KUA PPAS 2023
Ketua DPRD Sambas Abu Bakar

Pemerintahan

BK DPRD Sambas Siap Emban Tugas
Sehan A Rahman Anggota DPRD Sambas.

Pemerintahan

Sehan: Jalan Nasional Menuju Temajuk Tingkatkan Ekonomi Perbatasan
Ketua Komisi IV DPRD Sambas Anwari menyampaikan materi Pelatihan Bengkel Bahasa Hukum

Pemerintahan

Anwari Sampaikan Materi Pelatihan Bengkel Bahasa Hukum
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi

Kesehatan

Wabup Rofi Apresiasi Mahasiswa IAIS Peduli Stunting
Wakil Ketua DPRD Sambas Ferdinan Syolihin pada Paripurna LKPJ Bupati Sambas TA 2023

Pemerintahan

DPRD Sampaikan Rekomendasi LKPJ Bupati Sambas TA 2023
Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Pelaku UMKM Kecamatan Tebas Terima 100 Persil Sertifikat Tanah
Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Bupati Satono Hadiri Manasik Haji Mandiri CJH Kabupaten Sambas
error: Content is protected !!