Home / Pemerintahan

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:13 WIB

Dapil Kalbar III Aspirasi dan Representasi Masyarakat Perbatasan

Karnain Kades Simpang Empat dan Darsono Kades Arung Medang, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas.

Karnain Kades Simpang Empat dan Darsono Kades Arung Medang, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas.

Sambas Times. Wacana Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat III (Singbebas) kembali mencuat jelang Pemilu 2029. Dapil dimaksud meliputi Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, dan Kota Singkawang.

Karnain, Wakil Ketua I DPD Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kalimantan Barat yang juga Kepala Desa Simpang Empat, menilai wacana tersebut harus mendapat perhatian semua kalangan masyarakat.

Kata dia, Wacana Kalbar III bagian dari Aspirasi dan langkah strategis memperkuat keterwakilan politik masyarakat kawasan perbatasan di tingkat nasional.

“Sudah saatnya Singbebas memiliki daerah pemilihan tersendiri. Ini adalah representasi wilayah perbatasan, memiliki karakteristik, tantangan dan kebutuhan pembangunan yang berbeda dibandingkan daerah lain di Kalbar,” tutur Karnain.

Masyarakat perbatasan lanjut dia, membutuhkan representasi yang lebih kuat di DPR RI, agar berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur, pelayanan dasar, hingga penguatan ekonomi kawasan perbatasan dapat diperjuangkan lebih fokus.

BACA JUGA:  Sampaikan LKPJ 2025, Wabup Hero Apresiasi Pansus DPRD Sambas

Karnain menambahkan, dari sisi jumlah pemilih, kawasan Singbebas dinilai telah memenuhi syarat untuk dipertimbangkan menjadi satu daerah pemilihan tersendiri.

Diterangkan dia, mengacu sesuai prinsip proporsionalitas dalam regulasi pemilu, potensi Singbebas atau Kalbar III sekitar 834 ribu hingga 900 ribu pemilih, kawasan tersebut diproyeksikan memiliki alokasi sekitar tiga kursi DPR RI.

Dukungan senada disampaikan Darsono Kades Arung Medang, menurutnya, pembentukan Dapil Kalbar III bukan sekadar persoalan politik elektoral, tetapi upaya memperkuat perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan kawasan perbatasan.

“Wilayah perbatasan merupakan beranda terdepan NKRI. Dengan adanya keterwakilan yang lebih spesifik, diharapkan berbagai aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan secara lebih optimal di tingkat nasional,” tegasnya.

BACA JUGA:  Napak Tilas Terusan Semparuk Besok Dirangkai Festival Sampan Hias

“Sambas punya 2 pintu perbatasan, Bengkayang 1 Pintu Perbatasan dan Singkawang penyangganya, sehingga kondisi ini memang ideal kita punya keterwakilan khusus di Senayan,” ungkap Darsono.

Menurutnya, pembentukan dapil baru bukanlah solusi tunggal, tentunya perlu dukungan kebijakan pemerintah pusat, sinergi lintas lembaga, serta penempatan wakil rakyat memperjuangkan anggaran dan kebijakan daerah perbatasan.

“Hadirnya Kalbar III menjadi solusi mempercepat eksistensi perbatasan dalam pertumbuhan ekonomi negeri secara menyeluruh, sehingga mendapat atensi khusus dan diterapkan pada 2029 nanti,” harap Darsono.

Penulis: Muhammad Ridho| Dapatkan Update News Sambas Times

Share :

Baca Juga

Bupati Sambas Satono

Pemerintahan

Warga Tempapan Hulu Antusias Sambut Pasar Murah Pemkab Sambas
Prantika menyampaikan PU Fraksi Partai Golkar

Pemerintahan

Fraksi Golkar: APBD TA 2022 Normatif dan Berjalan Baik
Dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Sambas

Pemerintahan

Disdikbud Gelar Lokakarya 7 PGP Angkatan 5
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi

Pemerintahan

Wabup Rofi Ajak Pramuka Tumbuhkan Semangat Kepramukaan
Ketua Komisi I DPRD Sambas Lery Kurniawan Figo

Pemerintahan

Empat Komisi DPRD Sambas Konsultasi ke Pemprov Kalbar
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi

Pemerintahan

Hadiri Zikir Maulid, Wabup Rofi Ajak Lestarikan Budaya
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi

Info Border

Pemda Sambas Apresiasi Opster TNI di Wilayah Perbatasan
H Subhan Nur

Pemerintahan

Komisi IV DPRD Kalbar Tinjau Proyek Waterfront Sambas
error: Content is protected !!