Home / Hukum

Rabu, 16 April 2025 - 20:16 WIB

Mayat Dibawah Jembatan Mak Panji Tebas Miliki Riwayat Epilepsi

Sambas Times. Heboh penemuan mayat seorang laki-laki di bawah Jembatan Mak Panji Tebas diketahui bernama Wahyu (14) pelajar SDN 36 Tamau, memiliki riwayat penyakit kejang-kekang (Epilepsi).

Polsek Tebas, Polres Sambas yang mendapat laporan masyarakat langsung menindaklanjuti penemuan mayat anak laki-laki di tepi sungai bawah Jembatan Mak Panji, Tebas, sekitar pukul 11.30 WIB, Rabu (16/4/2025).

Kasi Humas AKP Sandoko menjelaskan, identitas korban diketahui bernama Wahyu, seorang pelajar asal Dusun Cempaka, Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.

Pelapor, anggota Polsek Tebas bernama Briptu Aris, menerima informasi dari warga mengenai penemuan tersebut dan segera melaporkan kepada Kapolsek Tebas.

“Mendapat laporan itu, tim yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Tebas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” jelas AKP Sandoko.

BACA JUGA:  DPRD Sambas Dalami Program Kesehatan ke Pemkot Pontianak

Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi telungkup, mengenakan baju motif bunga dan celana jeans pendek warna hitam.

Di dekat jasad korban ditemukan sebuah alat pancing, berdasarkan keterangan para saksi. Diketahui bahwa korban pada pagi hari sempat berpamitan untuk pergi memancing sendirian.

Ia juga menjelaskan, salah satu saksi yang juga teman korban mengatakan bahwa bahwa ia sempat diajak memancing. Namun menolak karena hendak berangkat sekolah.

Kakak dan ibu korban juga mengonfirmasi bahwa korban memiliki riwayat penyakit kejang-kejang yang dialaminya sejak Maret 2025.

“Dari pemeriksaan medis luar oleh tim Puskesmas Tebas yang dipimpin oleh dr Dian. Menyimpulkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” ujarnya.

BACA JUGA:  Polsek Paloh Bagi Tiga Jalur Antrean Kendaraan di Dermaga Sumpit-Ceremai
Korban Meninggal 5 Jam Sebelum Ditemukan

Perkiraan waktu kematian sekitar lima jam sebelum ditemukan. Untuk memastikan penyebab pasti kematian, dibutuhkan tindakan autopsi.

Namun pihak keluarga korban menolak autopsi dan telah menandatangani berita acara penolakan secara resmi.

Polres Sambas menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga korban. Ia mengimbau agar selalu waspada saat memancing, apalagi memiliki riwayat penyakit kejang-kejang.

Tindakan yang dilakukan kepolisian, diantara olah TKP, pengumpulan keterangan saksi, pengamanan barang bukti. Serta pemeriksaan medis untuk memastikan penanganan kasus berjalan secara profesional dan transparan.

Penulis : Jaynudin
Editor : Muhammad Ridho

Share :

Baca Juga

Tersangka dan dua korban dan barang bukti yang diamanatkan Polres Sambas.

Hukum

Polres Sambas Kembali Tangkap Satu Tersangka Kasus TPPO
Kapolsek Teluk Keramat Iptu Dwi Hendy Winoto memimpin apel kesiapan malam Idul Fitri 1444 Hijariah.

Hukum

Polsek Teluk Keramat Gelar Apel Kesiapan Idul Fitri 1444 Hijariah
Kapolres Sambas AKBP Laba Meliala.

Hukum

Personel Polres Sambas Siap Amankan Nataru
Dandim 1208 Sambas Letkol Czi Priyo Hindrarto memimpin kenaikan pangkat anggota

Hukum

Dandim 1208 Sambas Pimpin Pelantikan Kenaikan Pangkat
Pelaku penusuk paman diamankan Satreskrim Polsek Pemangkat

Hukum

Dipengaruhi Alkohol, Ponakan di Pemangkat Tega Tusuk Paman

Hukum

Heboh Seorang Pria di Desa Serumpun, Pemangkat Gantung Diri
Pencabulan Anak Tiri

Hukum

Cabuli Putri Tirinya, ES Ditangkap Polsek Pemangkat
Porprov XIII Kalimantan Barat 2022

Hukum

Ditsamapta Polda Kalbar Laksanakan Pengamanan Final Futsal Porprov XIII
error: Content is protected !!