Home / Hukum

Sabtu, 17 Juni 2023 - 12:14 WIB

Polres Sambas Amankan Tersangka TPPO Terlantarkan PMI di Malaysia

Polres Sambas kembali mengamankan tersangka TPPO yang menelantarkan PMI di Malaysia.

Polres Sambas kembali mengamankan tersangka TPPO yang menelantarkan PMI di Malaysia.

Sambas Times. Polres Sambas kembali berhasil menangkap seorang pria yang merupakan sindikat pengirim Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia.

Kapolres Sambas melalui Kasi Humas AKP Rosiaga Gea mengatakan, Rabu (14/6/2023) sekitar pukul 12.30 WIB. Satgas TPPO kembali menangkap satu tersangka dugaan kasus TPPO di Dusun Simpang, Desa Kartiasa, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas.

“Tersangka berinisial SB, laki-laki (38), warga Desa Sungai Kelambu Kecamatan Tebas dibawa ke Polres Sambas untuk dilakukan pemeriksaan. Bersama dua PMI yang ingin mencari pekerjaan. Antaranya HV (22) dan inisial R (23) yang berasal dari Kecamatan Sajad,” jelasnya.

Kasus ini berawal, saat korban datang ke kantor P4MI Kabupaten Sambas untuk melaporkan bahwa korban telah dipekerjakan di Malaysia oleh tersangka SB dengan cara tidak sesuai prosedur (ilegal).

BACA JUGA:  Indonesia Harus Berkaca ke Mesir, Pendidikan Menjadi Prioritas

Kemudian, korban diberangkatkan oleh tersangka SB ke Malaysia melalui jalur PLBN Aruk dan diinapkan di salah satu penginapan di Sibu Malaysia.

“Karena belum mendapat pekerjaan yang gajinya sesuai korban dibawa ke Bintulu Malaysia. Korban HV dipekerjakan di Syarikat Minyak Solar sedangkan korban R dipekerjakan di situs judi online. Dengan gaji sebesar RM 1.300 dan kontrak kerja selama satu tahun,” jelasnya.

Polres Sambas kembali mengamankan tersangka TPPO yang telantarkan PMI di Malaysia, dan barang bukti
Syarikat Minyak Solar Ilegal

Bahkan, lanjutnya, paspor korban ditahan oleh Manager tempat bekerja setelah satu bulan bekerja korban baru mengetahui bahwa Syarikat Minyak Solar tempat korban HV bekerja merupakan Syarikat Ilegal.

Karena merasa takut, korban HV khawatir, selain itu korban R sering mengalami tindak kekerasan fisik dari manager tempatnya bekerja. Sehingga korban memutuskan untuk berhenti bekerja.

BACA JUGA:  Kepergok Curi HP, Pria Tuna Wicara di Tangkap Polisi

“Korban memutuskan pulang ke Indonesia melalui jalur perkebunan Kelapa Sawit. Pada saat pelarian tersangka SB dan temannya DK mendatangi orang tua korban dan meminta ganti rugi sebesar lima juta rupiah serta mengancam dan menteror keluarga korban. Atas peristiwa tersebut kedua korban membuat laporan,” tuturnya.

Tersangka dikenakan pasal TPPO atau Tindak Pidana Perlindungan Pekerja Migran Indonesia sebagaimana dimaksud pada pasal Pasal 4. Pasal 10 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO. Jo Pasal 81, Pasal 83 UU RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia. (jyn)

Share :

Baca Juga

Satpolairud Polres Sambas menggelar Patroli laut

Hukum

Satpolairud Polres Sambas Patroli Perairan Laut
Barang bukti pencurian yang diamankan Polsek Pemangkat.

Hukum

Polisi Tangkap Dua Pelaku Pencurian Bekas Bangunan Puskesmas Pemangkat
Karutan Kelas II B Sambas Luhur Prasaja menyerahkan secara simbolis SK Remisi Kepada Warga Binaan pada Hari Natal

Hukum

8 Warga Binaan Rutan Sambas Terima Remisi Khusus Natal 2023
Operasi Patuh Kapuas

Hukum

Operasi Patuh Kapuas 2026 di Kabupaten Sambas di Mulai
Polres Sambas

Hukum

Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Kecamatan Jawai
Kapolsek Paloh AKP Joko Kuswanto turun langsung mengurai kemacetan antrean penyeberangan di Dermaga Ceremai

Hukum

Polsek Paloh Bagi Tiga Jalur Antrean Kendaraan di Dermaga Sumpit-Ceremai
Amirudin Jaksa

Hukum

JPU Akan Melakukan Upaya Hukum Kasasi Perkara Joni Cs
Inspektorat Kabupaten Sambas

Hukum

Inspektorat Sosialisasi Anti Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi
error: Content is protected !!