Home / Hukum

Senin, 28 April 2025 - 10:40 WIB

Seorang Warga Binaan Rutan Sambas Ditemukan Tewas Gantung Diri

Jenazah WH (44) Korban Gantung Diri di Rutan Sambas dibawa petugas ke rumah duka, Minggu (27/4/2025).

Jenazah WH (44) Korban Gantung Diri di Rutan Sambas dibawa petugas ke rumah duka, Minggu (27/4/2025).

Sambas Times. Seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berinisial WH (44) ditemukan tewas gantung diri di dalam WC Masjid Rutan kelas II B Sambas Minggu, (27/4/2025).

Kapolres Sambas, AKBP Wahyu Jati Wibowo melalui Kasat Reskrim Polres Sambas, AKP Rahmad Kartono membenarkan peristiwa peristiwa tersebut.

Korban merupakan warga Kecamatan Sebawi. Menurut AKP Rahmad Kartono, kejadian itu diketahui pada Minggu sekitar pukul 16.40 WIB.

“Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, ini terjadi di sebuah WC Masjid Rutan Kelas 2B Sambas,” ujar Kasat Reskrim menjelaskan.

Kronologis kejadian, jelas AKP Rahmad, sekitar pukul 14.00 WIB warga binaan berolahraga dan sholat asar, sekitar pukul 16.30 WIB, mereka kembali ke ruangnya masing-masing dan dilakukan pengecekan.

BACA JUGA:  Korban Cabul di Desa Parit Baru Kecamatan Salatiga diiming-iming Rp20 Ribu

“Saat dilakukan pengecekan, petugas jaga menemukan korban tidak kembali ke selnya. Sehingga petugas melakukan pencarian, di sekitar kantin dan ruang pangkas rambut,” jelasnya.

Setelah dilupakan pengecekan di sebuah WC, ditemukan korban dalam posisi gantung diri, menggunakan potongan kain sarung. Korban langsung diturunkan petugas dan dibawa ke ruang klinik Rutan Kelas 2B Sambas.

“Hasil olah TKP, ditemukan ember, kantong kresek hitam, dan potongan kain yang diduga digunakan korban gantung diri,” ungkapnya.

Kasat menyebutkan, tidak ada CCTV yang mengarah ke TKP. Hasil visum RSUD Sambas menunjukkan korban meninggal akibat jeratan di leher dan lebam mayat di punggung belakang, tidak ada tanda-tanda kekerasan.

BACA JUGA:  Kades Pusaka dan Pangkalan Kongsi Dukung Program Kesehatan Puskemas Tebas

Pihak kepolisian mengetahui penyebab pasti kematian korban, dan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter forensik. Korban dibawa ke rumah duka sekitar pukul 22.00 WIB.

“Hasil koordinasi dengan pihak keluarga, menunjukkan bahwa mereka tidak menuntut secara hukum dan menolak untuk dilakukan otopsi,” terangnya.

Berdasarkan keterangan dari WBP lain, korban diduga mengakhiri hidupnya karena tertekan secara emosional setelah menghadapi tanggung jawab hukum pidana, dan dicerai ditinggalkan istrinya pulang ke Jawa.

Penulis : Jaynudin | Dapatkan Update Berita, Ikuti Google News

Editor : Muhammad Ridho

Share :

Baca Juga

Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) sosialisasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.

Hukum

Kolaborasi Sosialisasi Kamtibmas di SMAN 2 Paloh, Temajuk
Kasat Lantas Polres Sambas IPTU Alfada Imansyah

Hukum

Mari Bersama Jaga Keselamatan dan Berlalulintas
Satgas TMMD Regtas ke-119 Kodim 1208 Sambas menyampaikan sosialiasi

Hukum

Satgas TMMD Kodim 1208 Sambas Sosialisasi Rekrutmen TNI

Hukum

Polsek Pemangkat Pimpin Upacara di SMKN 1 Pemangkat
Satgas Pamtas Temajuk

Hukum

Satgas Pamtas Temajuk Gagalkan Penyelundupan 16 Kg Narkoba
Satreskrim Polres Sambas

Hukum

Polisi Kejar Pelaku diduga Pembuang Bayi di Sambas
Perundungan Anak

Hukum

Polres Sambas Komitmen Tangani Kasus Perundungan Anak
KMKS

Hukum

KMKS Pertanyakan Laporan Disdikbud Kalbar Terkait Dana PIP di Sambas
error: Content is protected !!